Monday, 4 February 2013

I am a WRITER!


 
I am a writer. Writer write.So make time for it everyday. Set realistic goals. Embrace the extasy of writing. Read. Follow your heart, not the market. Don't just start a stories. Finish them. Dream big. Learn the rules. Follow the rules. Break the rules. Put your ego in your back pocket and sit on it. Writing is  journey, not a destination. Enjoy the scenery. Remember, you are the master of your inspiration, not it's slave. Set your stories free. Send them to the world. Build lifestyle that nurtures and supports your writing. Love what you do!
 
I love writing because each story is like opening a golden door to the unknown.
I love writing because it's slipperiness, it's unpredictability, the way it has taught me about life, death, and people.
I love finding a new voice to write in. At first this voice is just a whisper, a shimmer inside a brain but then the whisper grows and gains a power all of its own and then you hear the voice even when you're washing the dishes or drifting off to sleep.
I love discovering new words, new characters that don't come from me but from somewhere out there, way out there from some place out of my control.
I love the way characters speak to me and tell me what they want. If one of your characters tells you that he has to die for the sake of the story, as happened in Little Paradise, then you have to kill off even if it hurts so much.
I love the way writing digs up the past.
I love trawling the internet for a minute piece of information and coming out with so much more.
I love the way writing helps you sort yourself out; want to get rid of emotional baggage? Then write about it. Burden your characters with it.
I love writing because I have met so many kind and wonderful people through it.
I love writing even when it doesn't love me.
 
Only writer will hold conversations between people that don't exist, We don't talk to ourselves, we talk to the people we created from nothing.
Always keep a notebook handy. You never know when inspiration will strike.
A writer never has a vacation. For a writer, life consists of either writing or thinking about writing.
Every secret of a writer's soul, every experience of her life, every quality of her mind is written large in her works.
You don't write because you want to say something, you write because  you have something to say.
If there's a book that you want to read but it hasn't been written yet; then you must write it.
These are two kind of writers; those that make you think and those that make you wonder.
The secret of good writing is to say an old thing in a new way or to say a new thing in an old way.
This one may seem slightly obvious but it's necessary to weed out people who want to be a writer but haven't actually written anything. As a potential author, you've amassed a portfolio of short stories, articles, poems, anecdotes, novel outlines or other samples. Your collection of work indicates commitment to your craft.
Excellent writing is all about fresh angles. There are virtually no new subjects, only new ways of looking at them. Your ability to see thing, people or situations in a different way  catapults your writing past ordinary.
Turn off the television. If you think you can write in front of the tv, you are just kidding yourself.
Be strict on yourself. Sit down and tell youeself you will write for 20 minutes or 30 minutes or an hour. Actually do it.
Just keep going. Not everyone will hit their 50k target but that doesn't mean they've failed at all. By carrying on until the end of the month you have achieved an incredible feat no matter what your word count. The only true failure is giving up.
But most important tips... to have fun on writing.
 
P/S :   Being creative is not a hobby; tt's a gift.
            Even the best writer has to erase.
 

Saturday, 2 February 2013

Just a little words...

It's funny how `hello' always accompanied with `goodbye'. Good memories can start to make you cry forever and never seems to last. Much you would lose if you forget about your past. Friends can just leave when you are down and when you need someone they never around. People change and think they're so much better. Many lies are packed into one love letter. One night can contain so much regret. You can forgive but not forget. Ironic... life turns out to be but the funniest part of all.... is none of that's funny to me!

My daughters,
     I look at you and I do not see the passage of time. I see my two little girls playing dressed up, running through the yard, playing on the swing. I will try and respect the fact that you are older now and that the decisions you will make are your own but you must understand that to me, you always be my little girl. I may not be able to carry you in my arms anymore but I will always carry you in my heart. Because of you two, half the time I don't even know I'm smiling.
 
P/S :   I love pictures because the best thing about them is that they
            never change even when the people in it, do.
 

Surat Cinta daripada Manusia-Manusia Malam...

Wahai, orang-orang yang terpejam matanya,
     Perkenankanlah kami, manusia-manusia malam, menuliskan sebuah surat cinta kepadamu; seperti halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami rajut sepertiga terakhir. Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahsianya yang penuh pesona. Kami tahu dirimu bersusah-payah lepas tengah hari, berharap intan dan mutiara dunia. Namun kami tidak perlu bersusah-payah sebab malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiara dari Syurga.
 
Wahai orang-orang yang terlelap,
     Sungguh nikmat malam-malammu. Gelapnya yang pekat membuatkan matamu tidak mampu melihat kuasa cahaya yang tersembunyi di sebaliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut tidak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat dirimu terlena menikmati tidurmu di atas pembaringan, bergeliat manja di sebalik selimutmu yang demikian hangatnya. Aduhai, engkau sangat menikmatinya!
Wahai orang-orang yeng terlena,
     Ketahuilah kami tidak seperti dirimu yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap pulas tidak terkira atau yang terlena oleh suasananya yang begitu menggoda. Kami tidak seperti dirimu! Kami adalah para perindu kamar di Syurga. Tidak pernahkah kau dengar  Rasulullah SAW bersabda... "Sesungguhnya di Syurga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang memerlukannya, menyebarkan salam serta mendirikan solat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam." Sudahkah kau dengar tadi? Ya, sebuah kamar yang menakjubkan untuk kami dan orang-orang yang mendirikan solat pada saat manusia yang lain tertutup mata dan hatinya.

Wahai, orang-orang yang keluarganya hampa cinta,
     Kau pasti mendengar namaku disebut. Aku, Abu Hurairah, periwayat hadis. Kerinduanku akan sepertiga malam adalah hal yang tidak terperi. Penghujung malam adalah kenikmatan terbesar. Tapi tahukah engkau? Kenikmatan itu tidak serta-merta kukecapi sendiri. Aku bahagi malam-malamku yang penuh syahdu itu menjadi tiga. Satu untukku, untuk isteriku dan satu lagi untuk pelayan yang aku kasihi. Jika salah satu dari kami selesai mendirikan solat maka kami bersegera membangunkan yang lain untuk menikmati bahagiannya. Subhanallah! Tidak tergerakkah dirimu? Pedulikah kau pada keluargamu?
     Lain lagi dengan aku, Nuruddin Zanki. Sejarah mencatatkan aku sebagai Sang Penakluk kepada kesombongan Pasukan Salib. Suatu ketika, seorang ulama tersohor, Ibnu Katsir menyatakan bahawa... "Nuruddin itu kecanduan solat malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan akidah yang benar." Kemenangan demi kemenangan aku raih bersama pasukanku. Bahkan pasukan musuh ada mengatakan... "Nuruddin Mahmud Zanki menang bukan kerana pasukannya yang banyak tetapi kerana dia mempunyai rahsia bersama Tuhan." Aku tersenyum; mereka memang benar. Kemenangan yang kuraih adalah kerana doa dan solat-solat malamku yang penuh kekhusyukan.
     Tahukah kamu siapa orang yang setia mendampingiku? Dialah, isteriku, Khatun Atabik. Dia adalah isteri solehah di mataku, terlebih di mata Allah SWT. Malam-malam kami adalah penuh kemesraan dalam bingkai Tuhan. Gemersik dedaunan dan desahan angin seakan menjadi peneman kami saat mendung di mata kami jatuh berderai dalam sujud kami yang panjang. Kuceritakan padamu, suatu hari ada kejadian yang membuat belahan jiwaku nampak murung. Kutanyakan padanya apa yang membuatkannya resah. Ya, Allah! Ternyata dia tertidur, tidak bangun pada malam itu sehingga kehilangan kesempatan untuk beribadat. Astaghfirullah! Aku menyesal telah membuatkannya kecewa. Setelah peristiwa itu, kubayar penyesalanku itu dengan mengupah seorang pengawal khusus untuknya untuk menabuh gendang agar kami terbangun di sepertiga malam.
Wahai, orang-orang yang terbuai,
     Kau pasti mengenalku dalam kisah pembebasan Al-Aqsa, rumah Allah SWT yang diberkati. Akulah pengukir tinta emas itu, seorang Panglima Perang Salahuddin Al-Ayubi. Orang-orang yang hidup pada zamanku mengenaliku tidak lebih dari seorang panglima yang selalu menjaga solat berjemaah. Kesenanganku adalah mendengarkan bacaan Al-Quran yang indah dan syahdu. Malam-malamku adalah saat yang paling kutunggu. Saat-saat di mana aku bercengkerama dengan Tuhanku sedangkan siang hariku adalah perjuangan-perjuangan nyata.
 
Wahai, orang-orang yang masih terlena,
     Pernahkah kau mendengar kisah penaklukan Konstantinopel? Akulah orang di sebalik penaklukan itu, Sultan Muhammad Al-Fateh. Aku sangat tegas dalam memimpin bala tenteraku. Namun, tahukah kau bahawa sehari sebelum penaklukan itu, aku telah mengarahkan kepada pasukanku untuk berpuasa pada siang harinya dan pada malamnya pula, kami laksanakan solat malam dan bermunajat penuh harapan akan pertolonganNYA. Jika Allah SWT memberikan kematian kepada kami pada siang hari pada saat kami berjuang, maka kesyahidan itulah harapan kami yang terbesar. Biarlah siang hari kami berada di hujung kematian.
Wahai, orang-orang yang gelap mata dan hatinya,
     Pernahkah kau mendengar kisah penduduk Basrah yang kekeringan? Mereka sangat merindukan air yang keluar dari celah-celah awan sebab terik matahari begitu terasa menyengat. Padang pasir semakin kontang dan tandus. Suatu hari mereka sepakat untuk mengadakan Solat Istisqa yang dipimpin oleh seorang ulama. Ada wajah-wajah besar yang turut solat bersama seperti Malik bin Dinar, Atha'As-Sulami dan Tsabit Al-Bunani. Solat dimulai, dua rakaat selesai. Harapan terbesar mereka adalah hujan yang penuh barakah.
     Namun waktu terus berlalu siang, matahari kian meninggi; tiada tanda-tanda hujan akan turun. Mendung tidak datang, langit tetap membisu, tetap cerah dan biru. Dalam hati mereka tertanya-tanya apakah dosa yang telah mereka lakukan sehingga tiada hujan. Solat demi solat didirikan namun hujan tidak kunjung tiba. Hinggalah pada suatu malam, Malik bin Dinar dan Tsabit Al-Bunani terjaga . Pada saat malam itulah, aku, Maimun, seorang pelayan berwajah kuyu, berkulit hitam dan berpakaian usang datang ke masjid. Langkahku menuju ke mihrab dan kuniatkan untuk solat Istisqa sendirian.
     Selesai solat dengan penuh kekhusyukan aku menadahkan tanganku ke langit lalu berdoa... "Tuhanku, betapa banyak hamba-hambaMU yang berkali-kali datang kepadaMU memohon sesuatu yang sebenarnya tidak mengurangi sedikitpun kekuasaanMU. Apakah ini kerana apa yang ada padaMU sudah habis? Atau adakah perbendaharaan kekuasaanMU telah hilang? Tuhanku, aku bersumpah atas namaMU dengan kecintaanMU kepadaku agar ENGKAU berkenan memberi kami hujan secepatnya."
     Tiba-tiba, angin langsung datang bergemuruh dengan cepat, mendung tebal di atas langit seakan runtuh mendengar doa seorang pelayan ini. Doa aku dimakbulkan Tuhan. Hujan turun dengan lebatnya, membasahi bumi yang tandus. Malik bin Dinar dan Tsabit Al-Bunani berasa hairan lalu kukatakan kepada mereka... "Aku hanya seorang budak miskin harta yang hitam pekat mungkin lebih pekat dari malam-malam yang kulalui. Hanya manusia biasa tetapi aku menjadi sangat luar biasa kerana doaku yang makbul dan malam-malam yang kupenuhi dengan tangisan dan taqarrub padaNYA."
Wahai, orang-orang yang masih sahaja terpejam,
     Penghujung malam adalah detik-detik termahal bagiku, Imam Nawawi. Suatu hari, muridku bertanya kepadaku, bagaimana aku boleh menghasilkan pelbagai karya. Bila waktu aku berehat? Bagaimana aku mengatur waktu tidurku? Lalu aku jelaskan kepadanya... "Jika aku mengantuk, aku akan hentikan solatku dan bersandar pada buku-bukuku sejenak. Selang beberapa waktu, jika aku segar kembali aku akan meneruskan ibadahku." Aku tahu kau pasti berfikir bahawa hal ini sukar dijangkau oleh akalmu yang sihat tetapi itulah yang telah aku lalui dan sekarang kau boleh menikmati pelbagai karyaku.
 
Wahai, orang-orang yang tergoda,
     Begitu kuatkah syaitan mengikat lehermu saat engkau tidur? Ya, sangat kuat! Tiga ikatan di tengkuk lehermu itu lalu dia menepuk setiap ikatan itu sambil berkata... "Hai, manusia! Engkau masih punya malam yang panjang kerana itu tidurlah."
     Sedarlah! Jangan kau dengarkan kata-kata syaitan itu. Semuanya tipu muslihatnya. Syaitan itu berbohong. Maka bangunlah. Kerahkan kekuatanmu untuk menangkis godaannya. Sebutlah nama Allah SWT maka akan lepas ikatan yang pertama. Kemudian berwuduklah maka akan lepaslah ikatan yang kedua dan yang terakhir, solatlah. Solat seperti kami maka akan terlepaslah semua ikatan-ikatan itu.
 
 
P/S :   Aku terkenang arwah mak mertuaku yang tidak pernah lekang
           dengan solat malamnya dan mulutnya tidak pernah letih
           mengaji Al-Quran. Kini aku betul-betul rindu dengan mak.
           Apakah aku boleh mengikut jejak mak? Mampukah aku? Makkk...
 
Mak.. aku betul-betul rindu akan mak! Al-Fatihah...
 

Wednesday, 23 January 2013

Mereka yang Telah Meninggalkan Aku... (Al-Fatihah)

Everyone says that `LOVE' hurts but that's not true. Lonelineness hurts. Rejections hurts. Losing someone hurts so much. Everyone confuse these things with `love' but in reality... LOVE is the only things in this world that covers up all the pain and makes us feel wonderful again. 
If only you could see the tears in the world you left behind. If only you could heal my heart just one more time.
Even when I close my eyes, there's an image of your face. And once again I come to realize, you're a lose that I can't replace.
Since the day that you were gone, I can't believe just what an empty place it has come to be and I would give my life away if it could only be just the same cause I conceal the voice inside of me that is calling out you name.

When you're gone, the piece of my heart are missing you. When you're gone, the face I came to know is missing too. When you're gone, the world I need to hear to always get me through the day and make it OK - `I miss you'.
I've never felt this way before. Everything that I do reminds me of you and the clothes you left,  smell like you.
 
I look at the sky, it looks back at me.
I can hear the silent melody
I know that I'm here but yet I'm lost; waiting confussion by the breeze; hiding my face, crying alone.
I need to find my way back home; back to the place, the wonderful days and living the life I use to know; where every words are fill with lots of love and not of anger. Cause I don't want to be alone and living life of all my own. I don't want to live my life in isolation, feel with empty decoration cause I want to get with people that I know and making my dreams come true.
 
P/S  :  Makkk... rindunya aku pada mak!
 
 
 

Cerita Tentang Hati...

Ibnul Qayyum ada mengatakan bahawa...
"Sesungguhnya dalam hati terdapat sebuah robekan yang tidak mungkin dapat dijahit kecuali dengan menghadap penuh kepada Allah SWT.
Di dalamnya juga ada sebuah keterasingan yang tidak mampu diubati kecuali dengan menyendiri bersama Allah SWT.
Di dalam hati juga ada sebuah kesedihan yang tidak akan mampu diseka kecuali dengan kebahagiaan yang tumbuh kerana mengenal Allah SWT dan ketelusan berinteraksi denganNYA.
Di dalam hati juga terdapat gejolak api yang tidak mampu dipadamkan kecuali dengan keredhaan akan perintahNYA, menjauhi laranganNYA serta keputusan Allah SWT yang diiringi dengan ketabahan dan kesabaran hingga tiba saat berjumpa denganNYA."
 
P/S :   I have learned silence from the talkative,
           toleration from the intolerant and
           kindness from the unkind. Yet... it such a strange things.
           I am ungrateful to those teachers!

Thursday, 17 January 2013

Lawak dulu-dulu...

Lawak nie... dari dulu sampai la ni, aku tak boleh tahan nak gelak. Ni la the best lawak in the world (bagi aku laaa...)

 

DI MANA AKAN KUCARI...

ALLAHYARHAMAH BONDA AMINAH BT YAHYA
( 13 OGOS 1931  -  10 JANUARI 2013 )
AL- FATIHAH BUAT BONDA TERSAYANG
Bila dahaga yang susukan aku... mak
Bila lapar yang suapkan aku... mak
Bila keseorangan yang senantiasa disisiku... mak
Perkataan pertama yang aku sebut... mak
Bila bangun tidur, aku cari... mak
Bila nangis orang pertama yang datang... mak
Bila nak bermanja, aku dekati... mak
Bila nak bergesel aku duduk sebelah... mak
Bila sedih yang datang memujuk... mak
Bila nakal, yang memarahi aku... mak
Bila merajuk yang memujukku... mak
Bila melakukan kesalahan yang paling cepat marah... mak
Bila takut yang tenangkan aku... mak
Bila nak peluk, aku suka peluk... mak
Aku selalu teringatkan... mak
Bila sedih aku mesti telefon... mak
Bila seronok, orang pertama aku bagitahu... mak
Bila bengang, aku suka luah pada... mak
Bila takut, aku selalu panggil... makkkkk!
Bila sakit, orang paling risau... mak
Bila nak exam, orang paling sibuk... mak
Bila buat hal, yang marah aku dulu... mak
Bila ada masalah, yang paling risau... mak
Yang masih peluk & cium aku... mak
Yang selalu masak makanan kesukaan aku... mak
Yang selalu buatkan bekal untuk aku... mak
Yang selalu kemas & simpan barang-barang aku... mak
Yang selalu berleter kat aku... mak
Yang selalu puji aku... mak
Yang selalu nasihat aku bab solat... mak
Yang selalu ingat kat aku... mak
ALLAHYARHAMAH BONDA HAFSAH BT ALIAS
( 18 JULAI 1943  -  2 MEI 2012 )
AL-FATIHAH BUAT BONDA TERSAYANG
Tetapi kini, semuanya telah hilang
Biarkanlah aku bertafakur apabila rindu padamu
Walau tidak terucap, aku sangat kehilangan
Sebahagian semangatku ada dalam doamu
Warisan yang kautinggalkan akan kucatat dan kujalankan
Mak... aku berjanji akan aku kirimkan
Doa yang pernah kauajarkan padaku
Pada setiap solat dan sujudku, engkau hadir terbayang
Sesungguhnya aku menangis terlalu lama
Namun aku pendam agar engkau berangkat dengan tenang
Sesungguhnya aku merasa belum cukup berbakti
 
 
Warkah rindu buat mak (Bonda Aminah Yahya),
Mak... malam (4 Januari 2013) malam yang mak sakit tu, kami semua hantar mak ke hospital. Aku bersama Abang Nuar dan Kak Ton temani mak dalam ambulan Langkap. Anak mak, Nazri (suami aku), Nabila, Syukri dan Udin menyusur di belakang ambulan. Kami tak mahu mak rasa takut dan mahu mak tahu kami selalu ada bersama mak. Itulah kali pertama aku naik ambulan. Aku lihat mak tercungap-cungap menahan sesak nafas. Mak tahu tak mak, waktu itu aku cukup takut melihat keadaan mak.
Tetapi pagi Khamis ( 10 Januari 2013), kami semua berkumpul di ICU Hospital Teluk Intan... melihat mak yang sedang berperang dengan sakaratulmaut... lututku menjadi longgar, hatiku menjadi lulur dan airmata tidak dapat ditahan-tahan. Tepat jam 11.35 pagi, mak tinggalkan kami semua.
Mak... mesti mak nampak aku cium dahi mak, pipi mak dan kaki mak. Mesti mak nampak, anak-anak cuba bantu mak dengan kalimah kebesaran Allah SWT. Mesti mak nampak cucu-cucu mak, Nabila, Husna dan Hanif baca surah Yassin untuk mak. Mesti mak nampak semua itu, bukan?
Jam 2 petang, mak dimandikan. Semua anak perempuan mak, menantu perempuan mak dan cucu-cucu perempuan mak berebut-rebut hendak mandikan mak. Mak mesti rasa betapa lembutnya kami gosok seluruh tubuh mak. Mak perasan tak?
Mak... sebelum muka mak ditutupkan buat selama-lamanya, kami semua mengelilingi mak; menatap wajah mak buat kali terakhir. Mak rasa tak masa aku cium dahi mak... sejuk sekali
Mak... kita rindu sangat kat mak. Nanti setiap kali selesai solat, kita sedekahkan Al-Fatihah untuk mak. Mak tunggu ya! Mak tahu tak... waktu kita tulis ini kerinduan terasa menusuk-nusuk hingga ke ulu hati, rasa ngilu sangat. Sampai sekarang apabila kerinduan itu datang lagi airmata ini meluncur laju tanpa dipinta. Mak... cukuplah sampai di sini dulu. Kita tak tahu nak hantar ke mana surat ini. Yang kita tahu, kita bagi orang lain baca. Tak pe, ya mak.
Akhir kata untuk mak... "Kita sayang sangat kat mak! Terima kasih kerana memberi seluruh kasih sayang mak pada kita. Sampai akhir hayat, jasa mak tak mampu kita balas."
 
P/S :  Setiap saat aku menghitung kerinduan ini terhadapmu hinggalah
          sekarang baru aku tersedar bahawa kerinduan itu sudah melimpah
          ruah. Makkk....